Kebakaran TPA Cikundul Meluas hingga 1.000 Meter Persegi, Armada Damkar Kota Sukabumi Terbatas

Terkini 28 Sep 2026 02:43 • 3 min read • 36 views • By putrasunda102311

Share berita ini

Kebakaran TPA Cikundul Meluas hingga 1.000 Meter Persegi, Armada Damkar Kota Sukabumi Terbatas
SUKABUMI, buserinvestigasi.net// Kebakaran melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.   &nbsp...

SUKABUMI, buserinvestigasi.net// Kebakaran melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

 

 Kobaran api yang pertama kali terpantau pada Sabtu (26/9/2026) malam tersebut hingga Minggu (27/9/2026) siang masih terlihat dan telah meluas mencapai sekitar 1.000 meter persegi.

 

Puluhan petugas gabungan dari unsur pemadam kebakaran Kota dan Kabupaten Sukabumi bersama relawan terus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan.

 

Api terlihat membakar bagian dalam gundukan sampah, sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan ekstra. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan kondisi kemarau panjang menjadi salah satu faktor yang membuat tumpukan sampah sangat mudah terbakar.

 

Namun, mengenai sumber awal api, pihaknya masih melakukan penelusuran. "Ya, ini kan karena kemarau yang begitu panjang, sehingga sumber api dari mana, ini kita belum diketahui ya, karena langsung menyebar," ujar Ayep saat berada di lokasi, Minggu (27/9/2026).

 

 Ayep mengatakan dirinya bersama Wakil Wali Kota Sukabumi dan unsur terkait telah turun langsung sejak malam hari untuk memantau sekaligus memastikan proses penanganan kebakaran berjalan maksimal agar api tidak semakin meluas.

 

 Armada Damkar Terbatas Dalam proses pemadaman, Pemerintah Kota Sukabumi juga menghadapi persoalan keterbatasan armada pemadam kebakaran.

 

 Sejumlah kendaraan yang dimiliki dalam kondisi sudah tua sehingga tidak seluruhnya dapat difungsikan secara optimal. Untuk memperkuat penanganan, Pemkot Sukabumi berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi guna mendapatkan bantuan armada pemadam.

 

 "Untuk damkar otomatis, jadi kalau misalnya damkar kita karena sudah pada tua juga, kurang fungsional, ya kita minta bantuan dari damkar Kabupaten juga," jelas Ayep. Pemkot Sukabumi juga berencana melakukan pembaruan sarana dan prasarana pemadam kebakaran sebagai langkah mitigasi jangka panjang.

 

 "Kita akan usahakan dengan pembelian damkar yang baru," tambahnya. Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi, Ujang Rustiandi, mengungkapkan kondisi armada yang tersedia cukup memprihatinkan.

 

Menurutnya, dari enam kendaraan pemadam kebakaran yang dimiliki, hanya dua unit yang masih dapat beroperasi. "Mobil pemadam ada enam, kondisinya tua dan rusak. Yang beroperasi bahkan hanya dua. Paling muda itu keluaran 2012, paling tua tahun 1995.

 

Mobil rescue juga tidak layak, tapi tetap kita pakai melayani masyarakat. Kita melayani dengan segala keterbatasan, istilahnya mah sampai ngos-ngosan," tegas Ujang. Pembuangan Sampah Tersendat Kebakaran TPA Cikundul juga berdampak terhadap aktivitas pengelolaan sampah di Kota Sukabumi.

 

Proses pembuangan sampah dari sejumlah wilayah untuk sementara mengalami kendala karena kondisi TPA yang masih dalam penanganan. "Cuman dampaknya dari ini, pembuangan sampah ke TPA, jadi tersendat sehingga sampah di kota ini belum bisa masuk," kata Ayep.

 

 Sebagai langkah taktis, Pemkot Sukabumi menyiapkan optimalisasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk menampung sampah selama aktivitas pembuangan ke TPA Cikundul belum kembali normal.

 

 "Otomatis nanti akan kita fungsionalkan di TPS," pungkasnya. Diduga Dipicu Pembakaran Ilalang, Gas Metana Ikut Terbakar Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana sebelumnya menyampaikan dugaan sementara bahwa kebakaran bermula dari aktivitas

 

 pembakaran sisa pemotongan ilalang atau batang jagung oleh warga di sekitar lahan nonaktif TPA. Api disebut sempat padam, namun kembali menyala akibat kondisi cuaca panas dan kemarau.

 

Kobaran api kemudian diduga memicu gas metana yang masih terkandung di dalam timbunan sampah lama. "Walaupun itu lahan non-aktif di TPA Cikundul yang tidak lagi digunakan untuk membuang sampah, tapi timbunan sampah dari belasan tahun yang lalu, puluhan tahun yang lalu, itu gas metananya

 

 masih aktif sehingga akhirnya muncul kebakaran," kata Bobby. Hingga Minggu (27/9/2026), petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala. (wn)

Buser Investigasi

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp