3.000 TELUR INFERTIL DIDUGA MASUK PASAR ANYAR! Supir Bongkar Jejak DISTRIBUSI, NAMA OKNUM POLISI Malah Ikut Mengedarkan.

Terkini 06 Sep 2026 07:24 • 4 min read • 149 views • By putrasunda102311

Share berita ini

3.000 TELUR INFERTIL DIDUGA MASUK PASAR ANYAR! Supir Bongkar Jejak DISTRIBUSI, NAMA OKNUM POLISI Malah Ikut Mengedarkan.
KOTA BOGOR ,buserinvestigasi.net— Dugaan peredaran telur infertil di Kota Bogor memasuki babak baru. Setelah sebelumnya tim investigasi menelusu...

KOTA BOGOR ,buserinvestigasi.net— Dugaan peredaran telur infertil di Kota Bogor memasuki babak baru. Setelah sebelumnya tim investigasi menelusuri dugaan distribusi telur infertil dari kawasan Curug Dendeng, Desa Caringin, Kabupaten Bogor,

 

kini jejak pengangkutannya diduga mulai terbuka. Minggu, 6 September 2026, tim investigasi menemukan sebuah angkutan umum trayek Cicurug–Bogor bernomor polisi F xxxx HD tengah mengangkut telur dalam jumlah besar menuju kawasan Pasar Anyar/Ruko Dewi Sartika, Kota Bogor. Bukan hanya

 

 puluhan butir, Jumlah yang disebut mencapai sekitar 3.000 butir telur! Di lokasi, sopir bernama Kalam mengaku dirinya hanya menjalankan pekerjaan pengiriman setelah disewa oleh seseorang yang disebutnya Hj. Rudi, yang menurut keterangannya berada di Kampung Curug Dendeng, Desa Caringin, Kabupaten Bogor. “Saya hanya disuruh ngirim, Pak. Saya kurang tahu kalau

 

 harganya. Iya betul Pak, ini telurnya sudah matang,” ujar Kalam. Kalam menyebut telur tersebut dikemas sebanyak 30 ikat, dengan masing-masing ikat berisi sekitar 30 butir. Dengan demikian, total yang diangkut diperkirakan mencapai 3.000 butir telur. Yang lebih mengejutkan, menurut keterangan Kalam, pengiriman seperti itu disebut hampir dilakukan setiap hari.

 

 Keterangan sopir kemudian mengarah pada dua titik distribusi di kawasan Pasar Anyar. Kalam menyebut satu pengiriman menuju sebuah toko yang menurut keterangannya berkaitan dengan seseorang berinisial S, yang disebutnya sebagai anggota polisi di wilayah Bogor Tengah.

 

“Satu ke toko itu Pak, yang punya anggota polisi Bogor Tengah Berinisial S, itu yang jaga istrinya. Satu lagi ini lapaknya punya berinisial R.” ungkap Kalam. Namun jika dugaan tersebut benar, muncul pertanyaan serius: BAGAIMANA MUNGKIN BARANG YANG DIDUGA DILARANG

 

 DIPERJUALBELIKAN SEBAGAI TELUR KONSUMSI JUSTRU DIDUGA MASUK KE LAPAK PERDAGANGAN? Apalagi apabila benar distribusinya berlangsung berulang kali. ATURANNYA ADA, LALU SIAPA YANG MENGAWASI? Pemerintah telah memiliki ketentuan mengenai telur tertunas dan telur ayam infertil.

 

Permentan Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi antara lain mengatur larangan bagi pelaku usaha tertentu untuk memperjualbelikan telur tertunas dan telur ayam infertil sebagai telur konsumsi.

 

 Karena itu, dugaan temuan di lapangan tersebut semestinya menjadi perhatian serius instansi terkait. Jika benar telur infertil didistribusikan dan diperjualbelikan sebagai telur konsumsi, maka pertanyaannya bukan lagi sekadar “siapa yang membawa?” Tetapi: SIAPA PEMASOKNYA? SIAPA

 

 PENAMPUNGNYA? SIAPA YANG MENJUALNYA? Dan yang paling penting: APAKAH MASYARAKAT TAHU APA YANG MEREKA BELI? JANGAN SAMPAI MASYARAKAT JADI KORBAN Temuan tersebut memunculkan keresahan di tengah Masyarakat. Salah seorang warga meminta pemerintah dan aparat terkait tidak tinggal diam.

 

“Kalau benar sampai ribuan butir masuk ke pasar, harus diperiksa. Jangan masyarakat yang jadi korban. Kita membeli telur untuk makanan keluarga, tentu harus tahu barang itu aman dan memang layak dijual sebagai telur konsumsi,” ujar warga. Warga lainnya bahkan mempertanyakan bagaimana distribusi dalam jumlah besar bisa berlangsung apabila benar dilakukan berulang kali.

 

“Kalau katanya hampir setiap hari, berarti bukan jumlah sedikit. Harus ada pengawasan. Jangan sampai baru bergerak setelah viral,” katanya. Sebelumnya, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak usaha yang disebut berkaitan dengan dugaan distribusi tersebut. Namun menurut tim investigasi, komunikasi tidak menghasilkan penjelasan yang dapat

 

 menjawab dugaan peredaran telur infertil tersebut. Bahkan, nomor kontak awak media disebut kemudian diblokir. Hingga berita ini ditayangkan, pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan masih memiliki kesempatan untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.

 

 Temuan angkot F 1945 HD dan keterangan sopir Kalam menjadi bagian dari penelusuran lebih lanjut. Sebab jika benar terdapat pengiriman sekitar 3.000 butir telur dan berlangsung hampir setiap hari, maka potensi rantai distribusinya tentu perlu dibongkar secara menyeluruh. Dari Curug Dendeng… Masuk ke angkutan… Berakhir di Pasar Anyar… Dan kini muncul nama-nama yang disebut berada di balik lapak penerima.

 

 Pertanyaannya tinggal satu: BENARKAH TELUR INFERTIL INI BEREDAR SEBAGAI TELUR KONSUMSI, DAN SIAPA YANG SEBENARNYA BERMAIN DI BALIK RANTAI DISTRIBUSINYA?  akan terus menelusuri dugaan ini dan meminta instansi berwenang melakukan pemeriksaan serta memberikan penjelasan kepada masyarakat.

 

 Karena ketika menyangkut makanan yang masuk ke meja makan warga, publik berhak mendapatkan jawaban—bukan sekadar diam dan blokir komunikasi. Red/ B.H

Buser Investigasi

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp